Menerima Jasa Desain Rumah, Desain Interior, RAB, dan Lukisan Mininimalis. Jika Berminat HUB. 0852-5548-8091 --

------------------------------------------------------------------------------------


Menerima Jasa Pemasangan Iklan Usaha Di Blog Kami Jika Berminat Hub 085 255 488 091


Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Lambang Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lambang Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2024

Desain Rumah Type 84 Di Luas Lahan 130m² (13x10)

Eksplorasi Warna & Struktur: Inspirasi Rumah Type 84 (2 Lantai) di Lahan 130m2
Fasad "Playful" dengan Karakter Kuat
Pembagian Ruang Berbasis Prioritas
Mengapa Desain Ini Harus Anda Pertimbangkan?

Bagi Anda yang berjiwa dinamis dan menyukai tampilan hunian yang stand out, desain Rumah Type 84 dua lantai ini menawarkan perspektif baru dalam arsitektur minimalis. Dibangun di atas lahan 13x10 meter, rumah ini memadukan estetika modern dengan fungsionalitas ruang yang sangat terencana.

Keunggulan utama dari desain ini adalah keberaniannya memadukan 4 corak warna sekaligus: putih, biru langit, hitam, dan kuning. Kombinasi ini menciptakan kesan ceria namun tetap terlihat profesional dan modern.

Detail arsitektur yang mencolok meliputi:

  • Tiang Vertikal Ganda: Memberikan kesan kokoh dan menambah dimensi ketinggian pada bangunan.

  • Balkon Lantai 2: Menggunakan plat sebagai atap dengan jarak sekitar 50 cm, menciptakan bayangan artistik dan perlindungan ekstra dari cuaca.

  • Komposisi Geometris: Permainan garis tegas yang menjadi ciri khas rumah minimalis masa kini.

Rumah ini memiliki total luas bangunan yang cukup lega, dibagi menjadi dua zona utama untuk kenyamanan penghuninya:

Lantai 1 (Luas Bangunan $100m^2$): Fokus pada Aktivitas Sosial

Lantai dasar dirancang sebagai pusat kegiatan harian dan menerima tamu:

  • Area Tamu & Makan: Ruang yang diprioritaskan untuk kenyamanan sosial.

  • 2 Kamar Tidur: Akses mudah bagi anggota keluarga atau tamu di lantai dasar.

  • Dapur & Kamar Mandi (WC): Penempatan fungsional untuk mendukung aktivitas rumah tangga.

Lantai 2 (Luas Bangunan $64m^2$): Fokus pada Privasi

Area atas didedikasikan sepenuhnya untuk ketenangan keluarga:

  • Kamar Tidur Utama: Ruang istirahat yang lebih privat.

  • Ruang Keluarga: Area kumpul santai yang terpisah dari area tamu bawah.

  • Fasilitas Kamar Mandi (WC): Menambah kenyamanan akses di lantai atas.

Desain ini sangat cocok untuk keluarga muda yang menginginkan rumah dengan identitas visual yang kuat. Penggunaan lahan $130m^2$ dimaksimalkan tidak hanya untuk bangunan, tetapi juga untuk menciptakan alur sirkulasi yang efisien antara lantai satu dan dua.

Tips Arsitek:

Perpaduan warna cerah seperti kuning dan biru langit sangat efektif untuk membuat rumah terlihat lebih menonjol dan memberikan energi positif bagi penghuninya.







JIKA BERMINAT DENGAN DESAIN KAMI 
HUB 085255488091 AN: Bpk. KHAIDIR

Maaf. dilarang mencomot dan mengambil desain tanpa ijin dari kami. hargai karya desain orang. mengambil tanpa ijin itu sama saja dengan mencuri. :)
Read more ...

Senin, 20 April 2015

Makna Lambang Daerah Kab Luwu Utara

Deskripsi Lambang Kabupaten Luwu Utara
  • Bintang : Menggambarkan Ketuhanan yang Maha Esa; masyarakat Luwu Utara yang religius.
  • Payung Maejae : Simbol Kekuasaan Tertinggi Raja Luwu yang melambangkan kemakmuran kemanunggalan ( Masedi Siri ) antara Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Luwu Utara dan sekaligus simbol “Pengayoman”.
  • Padi Dan Kapas : Simbol kesejahteraan bagi masyarakat Luwu Utara yang cukup sandang dan pangan
  • Besi Pakkae : Simbol kekuasaan Raja Luwu Utara maknanya adalah kesejahteraan egalitarain antara seluruh komponen masyarakat Luwu Utara. 
  • Pohon Sagu : Simbol kerukunan, kekokohan, ketegaran, masyarakat Luwu Utara. 
  • Wadah Gambar : Simbol dasar Negara, wadah dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. 
  • Pita : Simbol pengikat persaudaraan. 
  • Payung dan Besi : Mengambarkan masyarakat Luwu Utara yang bermasyarakat dan Pakkae berbudaya

Manka Warna

  • Hijau : Kesuburan Luwu Utara. 
  • Kuning : Kebersihan, Kesuksesan dan Keunggulan  
  • Coklat : Kesiagaan masyarakat Luwu Utara untuk membangun fisik, mental dan spiritual  
  • Merah : Keberanian, kerelaan berkorban demi kemajuan Luwu Utara  
  • Putih : Kebenaran, kesungguhan, kemurnian dan kesucian rasa dan citra Masyarakat Luwu Utara  
  • Hitam : Keperkasaan raga dan jiwa dalam menghadapi tantangan globalisasi dari dalam dan luar.
Sumber | http://luwuutarakab.go.id

Read more ...

Makna Lambang Daerah Kab Luwu Timur

A. SIMBOL
Makna Logo Luwu Timur memiliki Visi dan Misi yang sangat dinamis mencerminkan karakteristik daerah yang mengandung nilai Ketuhanan, Budaya, Historis, Kejuangan, Persatuan dan Kesatuan.
  •  BINTANG:
    Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai Wujud dari Falsafah negara Pancasila sebagaimana halnya Luwu Timur memiliki berbagai agama, etnis, budaya yang berkepribadian sama mementingkan toleransi saling menghargai. 
  • PAYUNG ( AMMAKUASANG) :
    Melambangkan sifat mengayomi, melindungi kehidupan masyarakatnya, sehingga tercipta sebagaimana falsafah “ Wanua Mappatuwo Naewai Alena 
  • KOBARAN API :
    Melambangkan semangat Kejuangan dengan kobaran jiwa yang tidak mengenal mati sebelum memberi cahaya, membuktikan bahwa Luwu Timur dapat memberikan kehidupan yang terbaik untuk rakyatnya. 
  • GUNUNG :
    Bermakna lebih tinggi menampakan bentuk yang lebih jelas seperti halnya Luwu Timur dalam memberikan program pembangunan, memiliki visi dan misi yang jelas dengan penuh komitmen, dan juga merupakan symbol dari kekayaan Sumber daya alam yang dimiliki yang merupakan cadangan devisa dan sumber pendanaan pembangunan wilayah Luwu Timur menuju negeri yang dapat mensejahterakan seluruh masyarakatnya. 
  • PABRIK (Cerobong Asap) :
    Yang memberikan gambaran bahwa Luwu Timur ke depan merupakan daerah Industri yang berbasis pada potensi kelokalan dengan tetap mempertahan kulitas lingkungan hidup sehingga Sumber daya alam tetap dapat terwariskan untuk generasi-generasi selanjutnya. Secara khusus daerah Luwu Timur merupakan daerah Industri (tambang Nikel) yang merupakan hasil primadona, yang memberikan konstribusi PAD terbesar di kawasan Timur Indonesia dan merupakan salah satu penghasil nikel terbesar di dunia. 
  • AIR :
    Air memiliki sifat Tawaddu mencari titik terendah namun manusia selalu menempatkan di tempat yang suci. Selain itu merupakan simbol daerah maritim. Luwu Timur juga memiliki tiga (3) buah danau. Danau Matano , Danau Towoti dan Mahalona., selain merupakan sumber air salah satu pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang kita kenal dengan bendungan Larona yang merupakan aset wisata daerah Luwu Timur. Juga merupakan salah satu danau purba (danau Matano). 
  • WELENRENGNGE :
    Merupakan pohon kehidupan dan kesuburan serta keseimbangan antara Makro Kosmos dan Mikro Kosmos sehingga terjadi keterikatan, kerukunan, kedamaian antara seluruh masyarakat dengan pemimpinnya. Welenrengnge secara histories merupakan pohon yang menjadi bahan untuk pembuatan perahu/kapal yang dipergunakan Sawerigading mengelilingi dunia. 
  • PADI :
    Yang melambangkan Kesejahteraan dapat tumbuh "satu jadi seribu”. Yang menggambarkan bahwa Luwu Timur dapat mengembangkan pembangunan dari hasil alamnya yang melimpah, dengan memiliki kontur alam, laut daratan dan pegunungan Dua belas (12) bulir padi kiri dan kanan merupakan simbol dari 12 anak suku yang pernah ada di Kerajaan Luwu , yang secara bahu membahu di bawah pajung ri Luwu membangun daerah ini 
  • EMPAT MATA RANTAI YANG KOKOH :
    Rantai berwarna Orange melambangkan Persatuan, Kesatuan, dan keselamatan. Empat wilayah Tana Luwu yang tidak dapat terpisahkan secara cultural historys. Yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa dan berbudaya. 
  • LABUNGAWARU :
    Merupakan salah satu benda pusaka kerajaan Luwu yang mempunyai fungsi dan posisi yang sangat penting. Bagi seorang raja yang memerintah kerajaan Luwu. Secara simbolis Labungawaru mencerminkan Keberanian, Kasatria kegigihsn, ketegasan, Keteguhan dan Siri. 
  • SAYAP BURUNG :
    Secara historis melambangkan KUAJENG (Burung Garuda), secara simbolis merupakan perwujudan semangat untuk menggapai dan mencapai cita-cita serta perlambang dinamisasi kehidupan masyarakat Luwu Tumur., kebebasan, keuletan, kesabaran serta setia mengembang

B. POLA/BENTUK :

Berbentuk Perisai. Yang bermakna melindungi. Dan berkolaborasi pada lambang empat wilayah yang secara historis memiliki banyak kesamaan Visi dan Misi dalam naungan Pajung Ri Luwu Wanua Mappatuwo Na Ewai Alena

C. TULISAN KAB. LUWU TIMUR :
Luwu merupakan daerah dibawah naungan satu kerajaan dimasa lalu yang pada perkembangannya dimekarkan menjadi empat wilayah yaitu Kab. Luwu, Kota Palopo, Kab. Luwu Utara dan Luwu Timur yang letaknya di bagian timur sehingga di katakan Luwu Timur

D. Makna Warna


  • Hijau Tua : Melambangkan kematangan berfikir bertindak dan terencana 
  • Hijau Muda : Mempunyai nilai estetis dan dinamis
  • Kuning : Bermakna kesetiaan
  • Kuning keemasan : Bermakna kemuliaan
  • Merah : Bermakna semangat dan keberanian
  • Putih : Bermakna kesucian
  • Oranye : Keselamatan , keamanan dan dapat memberikan pertolongan

Sumber | http://www.luwutimurkab.go.id
Read more ...

Makna Lambang Daerah Kota Palopo

  1. Bintang Lima, melambangkan Ketuhana Yang Maha Esa 
  2. Payung Berwarna Merah, adalah Pajung Pero'E atau Pajung MaejaE sebagai salah satu atribut lambing kekusaan politik Pajung Luwu atau Raja Luwu, yang melambangkan kekusaan Politik Pajung Luwu atau Raja Luwu. 
  3. Bessi PakkaE atau Sulengkah Kati, merupakan lambang kekusaan politik Pajung Luwu atau Raja Luwu, yang melambangkan kesejajaran atau kesetaraan hak dari seluruh lapisan masyarakat Kota Palopo. Bessi PakkaE ini juga adalah inspirator Pajung / Raja dalam menjalankan pemerintahannya secara adil, jujur, benar dan teguh dalam pendirian (adele, lempu, tongeng dan getting) 
  4. Masjid Jami', adalah simbol perubahan (transformasi), rekonsiliasi sosial dan sekaligus lembang inofasi atau pembaruan konstitusi dan organisasi pemerintahan kerajaan luwu. 
  5. Sayap burung langkah kuajang yang terbentang, adalah symbol semangat dan kesiapan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk membangun kota Palopo.  
  6. Padi dan kapas, adalah symbol kesejahteraan. 
  7. Roda adalah symbol pembagunan kota Palopo yang dinamis. 
  8. Tulisan huruf lontara (ware) , adalah symbol pusat pemerintahan kerajaan luwu.

Makna Sandi

#Pajung maejae
  • 21 rumbai pada 1 (satu) payung menggambarkan tanggal dan bulan jadi tanah luwu (21 januari ). 
  • Pernik diatas payung terdiri dari, bagian atas 1 (satu) buah , tengah 2 (dua) buah, bawah 6( enam) buah, dan 8 (delapan) buah payung menggambarkan tahun kelahiran tanha luwu (1268).
#Bessi PakkaE
  • 3 (tiga) buah garis hitam pada bessi pakkaE melambangkan wilayah 3 (tiga) kerajaan palili, (anak telluE): baebunta, bua, dan ponrang. 
  • 12 ( dua belas) ruas pada tiang / kayu bessi pakkaE adalah gambaran 12 (dua belas) anak suku tanah luwu.
#Sayap burung
  • Jumlah bulu pada sayap terdiri atas 21 (dua puluh satu) helai yang melambangkan tanggal jadi kota Palopo ( tanggal 21).
  •  2 (dua) buah sayap, kiri dan kanan adalah gambaran tahun jadi kota Palopo ( tahun 2002). 
  • Jumlah jendela pada mesjid jami' sebanyak 6 (enam) buah melambangkan bulan jadi kota Palopo (bulan juni). 
  • Padi dan Kapas masing-masing berjumlah 11 (sebelas) melambangkan undang-undang nomor 11 tahun 2002 tentang pembentukan kabupaten Mamasa dan kota Palopo di propinsi Sulawesi Selatan. 
  • Roda dengan 7 (tujuh) gerigi melambangkan 7 (tujuh) strategi utama yang menjadi arah kebijakan pembangunan kota Palopo, yakni menjadikan kota Palopo sebagai kota Tujuh Dimensi ( Kota Religi, pendidikan, olahraga, adat / budaya, dagang, industri dan pariwisata). 
  • Perisai berisi 5 ( lima ), dimaksudkan sebagai suatu Negara kesatuan yang berasaskan pancasila.

Makna Warna 
  • Hijau : Warna asli luwu yang menggambarkan kesuburan sekaligus dapat mencerminkan keindahan, kenyamanan dan kedamaian kota Palopo ( idaman). 
  • Kuning : Warna yang mencerminkan kemuliaan, keagungan dan keberhasilan. 
  • Merah : Warna tertinggi di luwu yang dapat menggambarkan ketegasan dan kerelaan berkorban. 
  • Putih : Warna kesucian, keikhlasan dan perdamaian.  
  • Hitam : Warna yang mencerminkan kekuatan

    Sumber | www.palopokota.go.id
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com