Menerima Jasa Desain Rumah, Desain Interior, RAB, Pembuatan Maket, Pemasangan Pagar Besi, dan Lukisan Mininimalis. Jika Berminat HUB. 0852-5548-8091 --

------------------------------------------------------------------------------------


Menerima Jasa Pemasangan Iklan Usaha Di Blog Kami Jika Berminat Hub 085 255 488 091 Pin BB 5C64CC74---


Breaking News

Rabu, 31 Desember 2014

Menapak Langkah Arsitek Muslim

Sosok-sosok arsitek melengkapi perkembang -an peradaban Islam. Melalui kemampuannya, mereka menciptakan ran-cangan bangunan yang indah dan menghiasi wilayah-wilayah kekuasaan pemerintahan Islam. Mereka memadukan kecemerlangan pemikiran dan keindahan untuk mewujudkan bangunan-bangunan fenomenal. Ilmuwan bernama Khalid Azabi mengatakan, arsitektur bertengger pada posisi yang terhormat dalam lingkup kajian intelektual pada masa pemerintahan Islam. Hal ini terbukti dengan maraknya ilmuwan Muslim yang menggeluti arsitektur. Beberapa ilmuwan pun menyampaikan pemikirian serta merumuskan apa itu arsitektur dan arsitek.  Salah satunya adalah Al-Qalqasyandi. Ia berpendapat bahwa arsitek adalah seseorang yang berwe-nang untuk mendesain tampilan dan proporsi dari sebuah bangunan. Sang arsitek juga bertindak sebagai peng -awas selama proses pembangunan. Sejarawan dan pakar ekonomi, Ibnu Khaldun, turut menyumbangkan pemikirannya. Seorang arsitek, ungkap Khaldun, terlibat penuh dalam merancang sebuah bangunan, termasuk mendeko-rasi dan memperindahnya. Dalam tulisannya, The Architect in Islamic Civilization, Khalid Azabi menegas -kan, peran arsitek sangat signifikan dalam membuat kian beragamnya khazanah arsitektur Islam. Buah pemikiran asritek Muslim mewujud dalam banyak bangunan dan tersebar luas di Irak, Turki, Kazakhstan, Suriah, Mesir, Persia, hingga Andalusia. Sebagian bangunan itu masih ada. Misalnya, Masjid Kordoba, Masjid Damaskus, Suriah, Istana Taj Mahal, dan Madrasah Murad di Turki. Dari sekian banyak arsitek yang bertaburan di dunia Islam, beberapa nama seolah menjadi ikon perkem-bangan arsitektur Islam. Ini tak lepas dari ide-ide mereka yang dianggap fenomenal. Mereka mampu mencip-takan teknik, metode, dan gaya baru yang kemudian memantik perkem -bang an lebih lanjut arsitektur Islam. Perkembangan arsitektur secara sis-tematis telah dirintis sejak masa Umay -yah. Arsitek ternama kala itu adalah al-Walid. Ia adalah putra Kha lifah Abd al-Malik. Ia sudah mem punyai bakat dan potensi yang besar dalam bidang arsitektur sejak ia masih ber usia muda. Ia terus menekuni ba katnya hingga mewarisi takhta kekhalifahan. Pada saat senggang, ia kerap berbincang dengan pembantu-pem-bantunya, terutama mengenai bangun an-bangunan indah. Salah satu prestasi mengagumkan yang per -nah ia ukir adalah merenovasi Masjid Agung Umayyah yang ada di ibu kota pemerintahan, Damaskus, Suriah. Selain itu, dalam History of the Arabs, Philip K Hitti menyatakan, al-Walid memperluas dan memperindah Masjidil Haram di Makkah dan juga merenovasi Masjid Nabawi yang ada di Madinah. Sosok ini pula yang mengenalkan struktur mihrab, cerukan pada dinding masjid sebagai penunjuk arah kiblat dan tempat imam—untuk pertama kalinya. Begitu pula menara masjid sebagai bentuk arsitektur Islam yang paling penting. Menara masjid mulai di -bangun semasa pemerintahan al-Walid. Ia juga meninggalkan beberapa bangunan, terutama istana kekha -lifah an. Di antara yang terkenal keindahannnya adalah Istana al-Qubbah al-Khadra, al-Ukhaydir, serta al-Musyatta.  Pembangunan Istana Musyatta belum selesai saat khalifah yang arsitek ulung itu wafat dalam usia 40 tahun. Arsitek lain yang terkenal pada abad ke-7 Masehi adalah Ibrahim bin Ghanaim bin Said. Menurut Khalid Azabi, Ibrahim menjadi salah satu orang kepercayaan Khalifah al-Zahir. Ibrahim merancang dan memimpin langsung pembangunan istana khali-fah yang terletak di luar Kota Damaskus. Semasa kekuasaan Dinasti Mamluk, nama Shihab Eddine Ahmed bin Mohammed bin Ali Toulouni mencuat. Dia dipercaya menjadi kepala arsitek di istana khalifah. Menurut sejarawan al-Asqalani, Shihab sangat ahli di bidangnya hingga dijuluki sebagai pemimpin pa -ra arsitek. Ia pernah ditugasi mereno-vasi Masjidil Haram di Makkah. Setelah ia meninggal dunia, jejaknya diteruskan oleh putranya yang bernama Muhammad. Ketika Turki Usmani muncul, lahir pula arsitek lainnya. Salah satu yang terkenal adalah Ali Acemi. Sebagian bangunan megah yang dibuat semasa Dinasti Usmani merupakan hasil karyanya. Ali diangkat sebagai kepala arsitek istana pada September 1525 M. Karyanya mencakup bangunan Masjid Coban Mustafa Pasha dan kompleks Coban Mustafa Pasha.  Jonathan Bloom dan Sheila Blair dalam buku Islamic Arts and Architecturemengatakan, gaya arsitekturnya sangat mengandalkan presisi. Kompleks Coban Mustafa Pasha, misalnya, didekorasi dengan hiasan panel serta bahan marmer. Tampil pula tokoh lainnya, Mimar Sinan Koca. Ia kemudian dikukuhkan sebagai salah satu arsitek terbesar pada zaman Turki Usmani. Dia pernah menjabat arsitek kepala dan insinyur teknik sipil. Sinan berjasa dalam membangun Kota Istanbul dalam empat masa kepemimpinan sultan, yaitu Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III. Tak kurang dari 476 bangunan telah dibuatnya dan sebagian masih berdiri tegak hingga saat ini.

Sumber : Yusuf Assidiq
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Designed By VungTauZ.Com