Menerima Jasa Desain Rumah, Desain Interior, RAB, Pembuatan Maket, Pemasangan Pagar Besi, dan Lukisan Mininimalis. Jika Berminat HUB. 0852-5548-8091 --

------------------------------------------------------------------------------------


Menerima Jasa Pemasangan Iklan Usaha Di Blog Kami Jika Berminat Hub 085 255 488 091 Pin BB 5C64CC74---


Breaking News

Kamis, 15 Januari 2015

Cara Mendeteksi Kata-Kata Bohong

Pernahkah Anda mengalami percakapandi mana si pembicara terdengar meyakinkan namun makin banyak dia bicara, maka Anda makin kurang yakin atas apa yang dikatakannya?
         Mari kita periksa sebagian dari kata-kata dan anak kalimat-anak kalimat yang paling umum digunakan yang dapat memberikan isyarat bahwa seseorang mungkin sedang berusaha menutupi kebenaran atau menyesatkan dengan upayanya meyakinkan Anda dari sebuah emosi yang sesungguhnya tidak mereka rasakan. Kata-kata “sejujurnya,” “setulusnya” danterus terang menunjukkan bahwa si pembicara sedang tidak begitu berterus terang, kurang jujur atau kurang tulus daripada apa yang diklaimnya. Orang-orang yang peka dengan tanpa disadari menguraikan kata-kata ini dan merasakan “semacam insting” bahwa si pembicara sedang berusaha untuk menipu mereka. Misalnya, “Terus terang, inilah tawaran terbaik yang dapat kuberikan kepada Anda” diterjemahkan menjadi “Ini bukanlah tawaran terbaik namun mungkin Anda percaya.” “Aku mencintaimu” lebih bisadipercaya daripada “Sejujurnya aku mencintaimu.” “Tak diragukan memberikan alasan untuk ragu dan “tanpa keraguan” adalah sebuah isyarat yang pasti untuk bersikap waspada. “Percayalah apa yang kukatakan”  seringkali berarti “Bila aku dapat membuatmu percaya, kau akan melakukan apa yang kuinginkan.” Tingkatan di mana seseorang berkata “Percayalah padaku” berusaha untuk meyakinkan orang lain agar layak untuk ditipu lebih lanjut. Si pembicara merasa bahwa Anda tidak akan mempercayainya ataubahwa apa yang sedang dikatakannya kedengaran masuk akal, maka dia membuka kata-katanya dengan Percayalah padaku.”Aku tidak bercanda” dan “Masak aku bohong kepadamu ?” adalah versi-versi lainnya. Bila Anda memang bersikap jujur, terus terang, dapat dipercaya atau amanah, Anda tak perlu meyakinkan seseorang tentang apa yang sedang Anda lakukan. 
  Gimana,,?? Anda sudah taukan, coba dehh praktikan...... kalau temanmu bohong, ingat jgan di marahin, di igatin aja Pless DitampaRRRR,, heheh just kidding... =D

Sumber : Ilmu Psikologi


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Designed By VungTauZ.Com