Menerima Jasa Desain Rumah, Desain Interior, RAB, Pembuatan Maket, Pemasangan Pagar Besi, dan Lukisan Mininimalis. Jika Berminat HUB. 0852-5548-8091 --

------------------------------------------------------------------------------------


Menerima Jasa Pemasangan Iklan Usaha Di Blog Kami Jika Berminat Hub 085 255 488 091 Pin BB 5C64CC74---


Breaking News

Rabu, 07 Januari 2015

Pengaruh Sosial dan Mempengaruhi Orang Lain

alam kehidupan sosial, manusia satu dengan yang lain saling berinteraksi dan berkomunikasi. Beberapa orang ada yang mengadopsi pemikiran, perasaan, bahkan perilaku orang lain di sekitarnya sebagai miliknya dalam upayanya merespon tuntutan sekitar. Misalnya seorang yang biasanya pendiam dan pasif, ketika menonton pertunjukkan band terkenal bersama kelompok massa, dapat berubah menjadi individu yangbersemangat, berteriak-teriak, berjoget, bahkan ikut menjadi agresif manakala kelompok massa di sekitarnya tersebut menjadi agresif. Hal tersebut dikenal dengan proses pengaruh sosial. Pengaruh sosial dapat terjadi kepada siapa saja yang terlibat dalam hubungan interpersonal, dengan beberapa cara yang akan kita bahas berikut ini.

ERSUASI. Perilaku individu dapat berubah dengan metode persuasi. Proses persuasi sendiri terbagi atas dua rute, yaitu rute centraldan rute tepi (peripherali). Pada rute centralterisi argumentasi logis serta bukti-bukti mengenai suatu objek. Sedangkan dalam rute peripheral kita mengasosiasikan objek dengan tanda-tanda positif maupun negatif. Persuasi yang bersifat emotional akan lebih mengena pada individu lain daripada persuasi yang berisi presentasi logis semata. Selain itu, pesan yang berulang akan lebih meninggalkan kesan pada individu yang menerimanya daripada pesan yang hanya sekali diterima. Kebanyakan orang akan lebih mudah terpersuasi oleh figur-figur yang dikenal dan dianggap sama dengan mereka, seperti selebritis dan tokoh-tokoh tertentu.
KOMFORMITAS.  Dalam interaksi sosial, perubahan perilaku seseorang menjadi taat atau sesuai pada perilaku yang ditampilkan kelompoknya atau norma sosialnya disebut dengan komformitas. Ada beberapa faktor yang membuat individu mudah melakukan komformitas, antara lain: berada pada budaya yang bersifat kolektif, adanya keinginan untuk disukai atau diterima kelompok tertentu, rendahnya harga diri, nilai personal yang mudah dipengaruhi, serta kurangnya pertahanan diri.
DEINDIVIDUASI.  Deindividuasi merupakan suatu kondisi berkurangnya kesadaran individu dan rendahnya perhatian individu terhadap evaluasi sosial. Faktor yang mempengaruhi seseorang mengalami deindividuasi adalah  anonymity,ketidakjelasan tanggung jawab, dorongan yang sangat kuat, dan fokus yang lebih besar terhadap norma kelompok daripada nilai personal. Kebanyakan individu yang berada dalam kerumunan atau kelompok besar akan melakukan perilaku kelompok yang sebenarnya tidak dapat mereka terima atau lakukan ketika sendirian.
ALTRUISM. Kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain dengan mengurangi perhatian pada diri sendiri, yang biasanya ditampilkan dalam perilaku menolong orang lain disebut dengan altruism. Tetapi, mengapa seseorang kadang mau berkorban untuk orang lain dan terkadang juga tampak tidak peduli? Hal ini dapat terjadi karena seseorang akan cenderung peduli ketika dalam mood yang baik, empatik,meyakini bahwa harus segera melakukan sesuatu untuk orang lain tersebut, merasa bertanggung jawab untuk bertindak, tahu apa yang harus dilakukannya, dan merasa dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Akan tetapi, kondisi di atas dapat menjadi melemah ketika kita berada dalam suatu kelompok atau kerumunan karena dalam kelompok tersebut kita merasakan ketidakjelasan tanggung jawab. Intinya seseorang akan lebih tampil menolong orang lain apabila kita berpikir sebagai salah seorang yang ada di lokasi tersebut dan mampu untuk menolong.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Designed By VungTauZ.Com